Tampilkan postingan dengan label antologi puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label antologi puisi. Tampilkan semua postingan
Maret 20, 2009
24 jam selalu terulang, cinta selalu membuatku bimbang
mengapa hanya 24 jam dalam sehari ?
sementara banyak agenda-agenda yang belum terlaksana
mengapa hanya hari ini aku di bumi
tanpa mengelilingi
jagat raya yang indah ini
aku pun terbangun dari lelap ku
lalu melangkah dan melaju
,,sinar mentari yang tak pernah lupa
untuk menyambut manusia didunia
hari ku tak pernah sepi
oleh pikirku yang menyendiri
dengan karyaku yang berwarna-warni
tapi cinta,
masih belum kutemukan
hatiku bungkam
karena yang kutemui -hanya ku kagumi
tak ingin kumiliki
tak ingin ku cintai
pagi,
_arsa bunga_
Nopember 11th, 2008
Label:
antologi puisi
hampa
cawan waru telah terisi penuh..tak ada ruang kosong untuk meletakkan bibir..bahkan tak cukup mampu ditimang ke udara..goyangan ringan saja mampu merontokkan isinya..berat jika hanya dipikul dengan jari manis..meski hanya berisi udara romantis..
*petruk*
*petruk*
Label:
antologi puisi
Maret 19, 2009
dialog anak panah
Daun yg hampir remuk...seratnya tersenyum,melempar asa untuk bertahan saat pancaroba tiba..senyumnya biasa,namun sukmanya seolah menarik kedua lenganku yg menjepit kepalaku yg diamuk palu...hehehe..:) hai daun remuk yg seratnya buatku tersenyum...aku ingin kita bicara tanpa takut pada waktu walau malam ingin menutup kelambu...tanpa siapa2...disana...ditempat yg membuat aku dan kau terbuai..bicara tak kenal lelah atas apa yg terbaca pada setiap apa yg buat kita hampir nyerah dan pasrah...mari kita bicara...terus bicara...hingga kau memanggilku; lelaki yg mampu keluar dari amukan palu....dan kau kembali menjadi daun muda...karena peraduan kharisma...:)
syarif wadja bae//200309//saat chat facebook ama Norma Anggara..:)
Label:
antologi puisi
Kinanthi laras paras
Soca penghias
Patuh
Riuh gemilu,
Kalbu
Panca ayumu
Tuhan,
Dewa,
Kelahiran kembali,
Hokum karmapala,
Moksa
Ku tersedak,
Tersangkut
Tak lari, tak terdiam
Sunda seruling,
Lagu penghias sukmamu
Sri padi kuning lama terhening dalam bening
Bening dalam ranting yang tersingsing
Terilhami dari ruang kaca tahun saka
Semoga terlebur dalam kebersamaan
Damai di hati, di dunia dan
Damai selalu
- BANGKAK -
Soca penghias
Patuh
Riuh gemilu,
Kalbu
Panca ayumu
Tuhan,
Dewa,
Kelahiran kembali,
Hokum karmapala,
Moksa
Ku tersedak,
Tersangkut
Tak lari, tak terdiam
Sunda seruling,
Lagu penghias sukmamu
Sri padi kuning lama terhening dalam bening
Bening dalam ranting yang tersingsing
Terilhami dari ruang kaca tahun saka
Semoga terlebur dalam kebersamaan
Damai di hati, di dunia dan
Damai selalu
- BANGKAK -
Label:
antologi puisi
bintang berserakan
Timur pagi ini tergaris hangat
Raga malas membeku hasrat
Usai lintas garis vertikal,
Rajut getar berdetak liar
Tak terbendung berlari bebas
Dari berbagai arah terus melaju
membentuk gugusan bintang timur
Seakan embun ciptakan pelangi
Walau gelap hampir terlewat
tetapi dipaksa warnai langit
Raga berada di atas sadar
Bergerak bebas penuhi rasa
Namun ketukan pecahkan gugus bintang
Puing yang terbangun berserakan
Mau tak mau tetap berhenti
Perlahan gugus bintang menghilang
Dan pagi menutup cerita kita hari ini.
190309 15:10
(jay)
Timur pagi ini tergaris hangat
Raga malas membeku hasrat
Usai lintas garis vertikal,
Rajut getar berdetak liar
Tak terbendung berlari bebas
Dari berbagai arah terus melaju
membentuk gugusan bintang timur
Seakan embun ciptakan pelangi
Walau gelap hampir terlewat
tetapi dipaksa warnai langit
Raga berada di atas sadar
Bergerak bebas penuhi rasa
Namun ketukan pecahkan gugus bintang
Puing yang terbangun berserakan
Mau tak mau tetap berhenti
Perlahan gugus bintang menghilang
Dan pagi menutup cerita kita hari ini.
190309 15:10
(jay)
Label:
antologi puisi
Banyak orang mengatakan,
“ngeri kita sedang krisi”
Tapi mengapa uang diperjualbelikan di jalan?
Banyak orang mengatakan,
“bangsa kita sedang terpuruk”
Tapi mengapa keperawanan dilelang di trotoar?
Banyak orang mengatakan,
“tanah air kita sedang menagis”
Tapi mengapa benar dan salah di jual murah di perempatan?
Apa kau tak berminat menego salah satunya
Selagi sudah bebas dilegalkan
_gembul_
“ngeri kita sedang krisi”
Tapi mengapa uang diperjualbelikan di jalan?
Banyak orang mengatakan,
“bangsa kita sedang terpuruk”
Tapi mengapa keperawanan dilelang di trotoar?
Banyak orang mengatakan,
“tanah air kita sedang menagis”
Tapi mengapa benar dan salah di jual murah di perempatan?
Apa kau tak berminat menego salah satunya
Selagi sudah bebas dilegalkan
_gembul_
Label:
antologi puisi
Langganan:
Postingan (Atom)
